Beranda > Thermodinamika > Diagram T-v Pada Proses Perubahan Fasa Air

Diagram T-v Pada Proses Perubahan Fasa Air

Tinjau kembali sistem piston silinder yang kita contohkan pada bahasan sebelum ini. Jika tekanan air pada sistem tersebut kita naikkan, maka proses perubahan air dari keadaan compressed liquid (cair terkompresi) menjadi superheated vapor (uap terpanaskan)  akan mirip dengan proses yang terjadi pada tekanan 1 atm, dimana alur prosesnya mirip dengan proses tersebut, namun dia akan memiliki perbedaan pada panjang ruas pada ruas campuran saturated liquid – vapornya.

Semakin tinggi tekanan kita berikan, maka semakin pendek ruas campuran saturated liquid – vapor nya, sebaliknya, semakin rendah tekanan kita berikan, maka semakin panjang campuran saturated liquid – vapor nya sebagaimana gambar berikut:

Diagram T-v pada proses perubahan fasa air. Terlihat, pada tekanan dibawah 1 atm, ruas mixture lebih panjang, sementara pada tekanan diatasnya, ruas tersebut semakin pendek dan akhirnya berbentuk satu titik saja yang disebut ctitical point

Bila tekanan sistem tersebut kita naikkan lagi , maka ruas campuran akan terus memendek hingga akhirnya pada tekanan tertentu, ruas campuran ini hanya akan berbentuk titik saja. Titik ini disebut dengan titik kritis ( critical point).  Definisi yang tepat untuk menggambarkan titik kritis ini adalah suatu titik dimana keadaan dari saturated liquid dan saturated vapor adalah sama .

Pada titik kritis, properti dari suatu zat disebut dengan properti kritis, yakni suhu kritis [critical temperature (Tcr)], tekanan kritis [critical pressure (Pcr)] dan volume jenis kritis [critical specific volume (vcr)].

Sebagai contoh adalah

Air               Pcr = 22.09 MPa

Tcr  = 374.148°C = 647.298 K

vcr = 0.003155 m3/kg

Udara          Pcr = 3.77 MPa

Tcr  = 132.5°C = 405.65 K

vcr = 0.0883 m3/kg

Bila tekanan yang diberikan diatas tekanan kritis, maka pada satu titik tertentu akan terjadi proses perubahan mutlak dari fasa cair menjadi fasa uap.

Dari gambar di atas, bila semua titik saturated liquid di hubungkan, maka kita akan dapatkan garis saturated liquid. Demikian pula halnya bila semua titik saturated vapor kita hubungkan, akan diperoleh garis saturated vapor. Kedua garis ini akan bertemu dititik kritis (critical point) sebagaimana gambar berikut:

Diagram T-v beserta garis saturasi

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: