Beranda > Thermodinamika > Diagram P-v Pada Proses Perubahan Fasa Air

Diagram P-v Pada Proses Perubahan Fasa Air

Sekarang kita akan melihat hubungan antara perubahan tekanan terhadap spesific volume dari air pada proses perubahan fasa air.

Pada sistem piston silinder berikut, pada mulanya akibat beban yang berada diatas piston menyebabkan terjadinya tekanan pada air sebesar 1 Mpa. Misalkan suhu air didalam silinder adalah 150 °C. Pada tekanan 1 Mpa, air dengan suhu 150°C tersebut berada pada keadaan compressed liquid (cair terkompresi).

Memvariasi tekanan air pada sistem piston-silinder. Tekanan dikurangi dengan cara mengurangi beban di atas piston

Dengan mengurangi beban diaatas piston satu persatu, maka tekanan air dalam silinder akan berkurang.  Pada sistem ini, air dapat membuang kalor ke selilingnya sehingga suhu air berada dalam keadaan konstan (proses isothermal).

Ketika tekanan dikurangi, maka volume air akan bertambah, dengan demikian spesific volume nya juga bertambah.

Bila tekanan terus dikurangi hingga menjadi 0,4758 Mpa, air pada suhu 150°C tersebut mulai mendidih. Ini merupakan titik saturated liquid untuk tekanan dan suhu tersebut.

Dengan menahan tekanan di posisi 0,4758 Mpa air akan terus menguap yang diikuti dengan peningkatan nilai v (spesific volume) hingga akhirnya seluruh air akan berubah menjadi uap yang mana ini merupakan titik saturated vapor untuk tekanan dan suhu tersebut.

Setelah semuanya menjadi uap, dengan mengurangi tekanan hanya akan menyebabkan terjadinya peningkatan dari spesific volume.

Proses ini digambarkan pada garis T1 = constan pada gambar berikut

Diagram P-v pada proses perubahan fasa air

Jika proses yang sama diulangi untuk suhu yang lebih tinggi, maka garis yang sama akan diperoleh dengan garis T1=costant, namun ruas pada campuran saturated liquid – vapor akan menjadi lebih pendek (lihat garis T2 = constant di atas).

Bila suhu dinaikkan lagi, dan proses yang sama diulang, akan tercapai suatu kondisi dimana ruas campuran saturated liquid – vapor hanya berbentuk titik yang kita kenal dengan nama titik kritis.

Dengan menghubungkan titik-titik saturated liquid, akan diperoleh garis saturated liquid. Sementara dengan menghubungkan titik-titik saturated vapor akan diperoleh garis saturated vapor. Kedua garis ini bertemu di titik kritis (critical point).

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: